Showing posts with label Amalan. Show all posts
Showing posts with label Amalan. Show all posts
Tuesday, 3 July 2012
Tuesday, 22 May 2012
Pesanan Buat Isteri

PESANAN BUAT ISTERI
8 Ganjaran Buat Isteri Yang Solehah1) “Sekali suami minum air yang disediakan oleh isterinya adalah lebih baik dari berpuasa setahun”.
2) “Makanan yang disediakan oleh isteri kepada suaminya lebih baik dari isteri itu mengerjakan haji dan umrah”
...
3) “Mandi junub si isteri disebabkan jimak oleh suaminya lebih baik baginya daripada mengorbankan 1,000 ekor kambing sebagai sedekah kepada fakir miskin”.
4) “Apabila isteri hamil ia dicatitkan sebagai seorang syahid dan khidmat kepada suaminya sebagai jihad”.
5) “Pemeliharaan yang baik terhadap anak-anak adalah menjadi benteng neraka, pandangan yang baik dan harmonis terhadap suami adalah menjadi tasbih (zikir)”.
6) “Tidak akan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya”.
7) “Apabila meninggal dunia seorang dan suaminya redha, nescaya ia dimasukkan ke dalam syurga”. (Hadis Riwayat Tarmizi)
8) “Seseorang wanita apabila ia mengerjakan sembahyang yng difardhukan ke atasnya, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dirinya dan taat kepada suaminya maka berhaklah ia masuk syurga dari mana-mana pintu yang ia suka”.
Dan ingatlah wahai wanita, semua itu terangkum di dalam suatu perkataan iaitu "TAAT"...
Kelebihan Bulan Rejab

Kelebihan bulan Rejab dari segala bulan seperti kelebihan Qur’an atas segala Qalam.
- Puasa sehari pada bulan Rejab seperti puasa empat puluh tahun dan diberi minum air dari Syurga.
- Puasa 10 hari pada bulan Rejab dijadikan dua sayap, terbang seperti kilat di atas Titi Sirotalmustaqim di hari kiamat.
- Puasa sehari pada bulan Rejab seperti mengerjakan ibadat seumurnya.
- Puasa pada awal Rejab,pertengahannya dan akhirnya seperti puasa sebulan pahalanya.
- Bulan Rejab Syahrullah (Bulan Allah), diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada Allah. Puasa Bulan Rejab wajib baginya: - Diampunkan dosanya yang lalu.Dipeliharakan Allah umurnya yang tinggal.Terlepas dari dahaga di hari kiamat.
- Orang yang lemah dari berpuasa pada bulan Rejab hendaklah bersedekah tiap-tiap hari sekurang-kurangnya sebiji roti. Sesiapa bersedekah pada bulan Rejab seperti sedekah seribu dinar, dituliskan kepadanya tiap sehelai bulu ruma jasadnya seribu kebajikan, di angkat seribu darjat, dihapus seribu kejahatan.
- Tiap sehari puasanya pada bulan Rejab dan sedekahnya pada bulan Rejab seperti ibadat seribu Haji dan Umrah. Dibina mahligai seribu bilik dan seribu bidadari, lebih cantik daripada atahari seribu kali.
- Bulan Rejab bulan Allah. Bersedekah pada bulan Rejab dijauhkan Allah daripada api neraka kerana kemuliaan bulan Rejab, Bulan Allah. Allah jadikan di belakang bukit Jabal Qar bumi, yang putih yang penuh dengan Malaikat dengan panji-panji berhimpun pada tiap malam Rejab meminta ampun oleh mereka kepada Umat Muhammad. Allah menjawab: Telah aku ampunkan mereka! Barangsiapa meminta ampun (bersitighfar) kepada Allah pagi dan petang 70 kali atau 100 kali, pada bulan Rejab di haramkan tubuhnya daripada api neraka.
- Sesiapa berpuasa sebulan pada bulan Rejab, Allah berseru kepadanya:
“Telah wajib hakmu atasKu, maka mintalah olehmu kepadaKu. Demi ketinggian Ku dan kebesaranKu, tidak Aku tolakkan hajatmu. Engkau adalah jiranKu dibawah `arasyKu, engkau kekasihKu daripada segala makhlukKu, engkau terlebih mulia atasKu. Sukakanlah kamu, tiada dinding antaraKu dan antarakau”.(dari kitabRaudatul Ifkar) Puasa pada 27 bulan Rejab seperti berpuasa enam puluh bulan pahalanya. Jika disertai dengan sedekah seperti puasa seribu tahun, kerana kebesaran hari ISRAK-MIKRAJ. - Siapa melapangkan kekeruhan, kesusahan, kesempitan orang mukmin pada bulan Rejab dikurniakan Allah kepadanya Mahligai yang besar di dalam syurga Firdaus.
- Siapa berpuasa tiga hari pada bulan Rejab dan beribadat pada malamnya(berjaga), seperti dia berpuasa tiga ribu tahun.Diampunkan baginya 70 dosa-dosa besar tiap-tiap hari, ditunaikan 70
hajat ketika keluar nyawanya daripada jasadnya, 70 hajatnya di dalam
kuburnya, 70 hajat ketika terbang suhuf (ketika Qur’an dinaik ketika
berlalu di Titi Sirotalmustaqim.
Rejab ertinya ta’zim (kebesaran, keagungan, kemuliaan). (Rahmat, pemurah, kebajikan). Kerana kebesaran, keagungan dan kemuliaan bulan Rejab itu maka Allah limpahkan rahmatNya, kemurahanNya dan terhadap hamba-hambaNya yang beriman dan beramal solih pada bulan Rejab, dengan berpuasa pada siangnya dan beribadat pada malamnya.
Demikianlah peri keistimewaannya keagungan bulan Rejab itu yang dinamakan dengan BULAN ALLAH. Wallah hu aklam......
Tuesday, 15 May 2012
Imam Al Ghazali
Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar
Imam Al-Ghazali (450 H/1058M—505 H/1111M) dan beberapa sufi lainnya sesungguhnya sudah lama memperkenalkan model kecerdasan spiritual dengan beberapa sebutan, seperti dapat dilihat dalam konsep mukasyafah dan ma'rifah.
Menurut Al-Ghazali, kecerdasan spiritual dalam bentuk mukasyafah (penyingkapan langsung) dapat diperoleh setelah roh terbebas dari berbagai hambatan.
Yang dimaksud hambatan di sini ialah kecenderungan duniawi dan berbagai penyakit jiwa, termasuk perbuatan dosa dan maksiat. Mukasyafah merupakan sasaran terakhir para pencari kebenaran dan mereka yang berkeinginan meletakkan keyakinannya di atas kepastian.
Kepastian yang mutlak tentang kebenaran hanya mungkin dapat dicapai ketika roh tidak lagi terselubung khayalan dan pikiran. (Lihat mukadimah Ihya' Ulumuddin).
Kecerdasan spiritual, menurut Al-Ghazali, dapat diperoleh melalui wahyu dan atau ilham. Wahyu merupakan kata-kata yang menggambarkan hal-hal yang tidak dapat dilihat secara umum, diturunkan Allah kepada nabi-Nya untuk disampaikan kepada orang lain sebagai petunjuk-Nya. Sedangkan, ilham hanya merupakan pengungkapan (mukasyafah) kepada manusia pribadi yang disampaikan langsung masuk ke dalam batin seseorang.
Al-Ghazali tidak membatasi ilham itu hanya pada wali, tetapi diperuntukkan kepada siapa pun yang diperkenankan oleh Allah. Menurut dia, tidak ada perantara antara manusia dan pencipta-Nya. Ilham diserupakan dengan cahaya yang jatuh di atas hati yang murni dan sejati, bersih, dan lembut. Dari sini, Al-Ghazali tidak setuju ilham disebut atau diterjemahkan dengan intuisi.
Ilham berada di wilayah supra consciousness, sedangkan intuisi hanya merupakan sub-consciousness. Allah SWT sewaktu-waktu dapat saja mengangkat tabir yang membatasi Dirinya dengan makhluk-Nya. Ilmu yang diperoleh secara langsung dari Allah itulah yang disebut 'ilm al-ladunni oleh Al-Ghazali. (Lihat karyanya, Risalah al-Ladunniyyah).
Orang yang tidak dapat mengakses langsung ilmu pengetahuan dari-Nya tidak akan menjadi pandai karena kepandaian itu dari Allah. Al-Ghazali mengukuhkan pendapatnya dengan mengutip surah Al-Baqarah: 269. "Allah menganugerahkan al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Alquran dan Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)."
Al-Ghazali mengakui adanya hierarki kecerdasan, dan hierarki ini sesuai dengan tingkatan substansi manusia.
Namun, ia menyatakan, hierarki ini disederhanakan menjadi dua bagian, yaitu kecerdasan intelektual yang ditentukan oleh akal (al-aql) dan kecerdasan spiritual yang diistilahkan dengan kecerdasan rohani, ditetapkan dan ditentukan oleh pengalaman sufistik.
Agak sejalan dengan Ibnu Arabi yang menganalisis lebih mikro lagi tentang kecerdasan spiritual dengan dihubungkannya kepada tiga sifat ilmu pengetahuan ini, yaitu pengetahuan kudus (ilm al-ladunni), ilmu pengetahuan misteri-misteri (ilm al-asrar), dan ilmu pengetahuan tentang gaib (ilm al-gaib).
Ketiga jenis ilmu pengetahuan tersebut tidak dapat diakses oleh kecerdasan intelektual (Ibnu Arabi, Futuhat Al-Makkiyyah, Juz IV, hlm 394).
Tentang kecerdasan intelektual, Ibnu Arabi cenderung mengikuti pendapat Al-Hallaj yang menyatakan intelektualitas manusia tidak mampu memahami realitas-realitas. Hanya dengan kecerdasan spirituallah manusia mampu memahami ketiga sifat ilmu pengetahuan tersebut di atas.
Al-Ghazali dan Ibnu Arabi mempunyai kedekatan pendapat di sekitar aksesibilitas kecerdasan spiritual. Menurut Al-Ghazali, jika seseorang mampu menyinergikan berbagai kemampuan dan kecerdasan yang ada pada dirinya, maka yang bersangkutan dapat 'membaca' alam semesta (makrokosmos/al-alam al-kabir).
Kemampuan itu merupakan anak tangga menuju pengetahuan tertinggi (makrifat) tentang pencipta-Nya. Karena alam semesta, menurut Al-Ghazali dan Ibnu Arabi, merupakan 'tulisan' atau bagian dari ayat-ayat Allah.
Al-Ghazali menuturkan, hampir seluruh manusia pada dasarnya dilengkapi kemampuan mencapai tingkat kenabian dalam mengetahui kebenaran, antara lain, dengan kemampuan membaca alam semesta tadi.
Fenomena kenabian bukanlah sesuatu yang supernatural, yang tidak memberi peluang bagi manusia dengan sifat-sifatnya untuk menerimanya. Dengan pemberian kemampuan dan berbagai kecerdasan kepada manusia, kenabian menjadi fenomena alami.
Keajaiban yang menyertai para rasul sebelum Nabi Muhammad bukanlah aspek integral kenabian, tetapi hanyalah alat pelengkap alam mempercepat umat meyakini risalah para rasul itu.
Bahkan, menurut Al-Ghazali, semua manusia pada dasarnya memenuhi syarat menjadi nabi, namun Allah menentukan hanya sebagian kecil di antaranya yang dipilih. Seruan penggunaan model-model kecerdasan di dalam Alquran tidak secara parsial. Keunggulan manusia terletak pada kemampuannya menyinergikan ketiga kecerdasan tersebut.
Seseorang yang hanya memiliki kecerdasan intelektual (IQ) belum tentu memiliki kejujuran, kesabaran, dan ketaatan, karena sifat-sifat ini lebih ditentukan kecerdasan yang lebih tinggi, yakni kecerdasan emosional (EQ) atau kecerdasan spiritual (SI).
Sebaliknya, EQ dan SI tanpa dilengkapi IQ juga tidak akan banyak berarti karena kedua kecerdasan yang disebut pertama sesungguhnya merupakan kelanjutan dari kecerdasan IQ. Seseorang tidak akan sampai pada kecerdasan EQ dan SI tanpa melewati kecerdasan IQ.
Di dalam kehidupan bermasyarakat, ketiga model kecerdasan itu sangat dibutuhkan terutama di kalangan pemimpin masyarakat dan lebih khusus lagi pemimpin perusahaan.
Menurut beberapa survei ahli manajemen, tingkat prestasi IQ yang dimiliki seorang manajer tidak berbanding lurus dengan tingkat prestasi perusahaan yang dipimpinnya. Seorang manajer dituntut memiliki kecerdasan ekstra berupa kecerdasan kedua (EQ) dan ketiga (SI).
Sebagai pribadi Muslim, sulit dibayangkan akan sukses menjadi abid (hamba) dan khalifah yang sukses tanpa memiliki secara seimbang ketiga model kecerdasan tersebut. Manusia paripurna (insan kamil) sesungguhnya tidak lain ialah orang yang mampu memadukan secara simultan ketiga kecerdasan tersebut di dalam dirinya.
Di sinilah kekhususan Al-Ghazali jika dibandingkan dengan Ibnu Arabi. Al-Ghazali masih tetap berpikir realistis di dalam mengembangkan pendapatnya. Ia masih tetap memandang penting kecerdasan ketiga atau apa pun namanya itu tetap dibumikan.
Ia mencela para sufi yang tidak realistis memandang kenyataan masyarakat. Mungkin itulah sebabnya ia dikategorikan sebagai penganut tasawuf akhlaqi. Berbeda dengan Ibnu Arabi yang dikategorikan sebagai penganut tasawuf falsafi.
Al-Ghazali mencela orang-orang yang sibuk dengan urusan sunah dan melalaikan ibadah fardhu, mengabaikan formalitas ibadah untuk substansi ibadah, mengabaikan substansi ibadah demi formalitas ibadah, dan waspada terhadap yang syubhat tetapi terjebak di dalam hal yang haram.
Al-Ghazali juga mencela para ilmuwan yang tidak memedulikan yang lain kecuali hanya ilmu, dengan kata lain ilmu untuk ilmu. Seolah-olah tidak ada tempat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
Al-Ghazali mencela ahli tasawuf yang sibuk dengan hakikat tetapi mengabaikan syariat, sibuk membahagiakan batinnya tetapi mengabaikan keluarga dan masyarakatnya, asyik dengan akhiratnya dan mengabaikan dunianya, mereka memuji prestasi spiritualnya lantas mengasingkan diri dengan orang lain, dan menganggap ilmu tasawuf paling istimewa dan paling benar, sibuk berpolemik soal hukum tapi tidak menghargai waktu, serta sibuk memperbanyak hukum dan peraturan tetapi semakin sedikit mengamalkannya.
Dalam soal muamalah, Al-Ghazali juga mencela ahli muamalah yang teperdaya karena banyak bermain di wilayah syubhat, sibuk menjalin hablun minannas tetapi melupakan hablun minallah, sibuk mengumpul harta tetapi tidak teliti menghitung zakatnya, dan sibuk melakukan inovasi tetapi mengabaikan tanggung jawabnya sebagai khalifah.
Monday, 14 May 2012
Redha Ibu

Kisah Benar Pelajar Dapat Bantuan Allah Waktu Peperiksaan
Ini adalah kisah benar yang berlaku di dewan peperiksaan di salah sebuah sekolah. Kisah ini diceritakan oleh salah seorang guru wanita yang berada dalam dewan peperiksaan tersebut.
Ceritanya begini :
Terdapat salah seorang pelajar masuk ke dewan peperiksaan dalam keadaan keletihan dan tertekan. Dia duduk di tempat yang telah dikhaskan untuknya.Kemudian dia menerima kertas ujian dan setelah berlalu masa ujian beberapa ketika guru tersebut mendapatinya tidak menulis apa-apa pun pada kertas jawapannya sehingga berlalu separuh masa peperiksaan. Maka guru tersebut mula memberi perhatian yang lebih kepadanya. Tiba-tiba pelajar tersebut mula menulis dan menjawab semua soalan dengan pantas dan ini mengejutkan guru yang memerhatikannya sejak tadi. Pelajar tersebut menjawab semua soalan peperiksaan dengan baik. Ini menambahkan lagi rasa ragu-ragu pada guru tersebut dan dia beranggapan pelajar tersebut telah menggunakan taktik baru dalam meniru. Tetapi guru tersebut tidak menjumpai apa-apa tanda yang pelajar itu telah meniru dalam peperiksaan. Setelah pelajar itu menyerahkan kertas jawapannya, guru telah bertanya kepadanya apa yang berlaku sebenarnya.
Dan jawapannya amat mengejutkan dan menyentuh perasaan. Tahukah anda apakah jawapan pelajar itu?Pelajar tersebut menceritakan : “semalam saya berjaga sepanjang malam sehingga subuh. Saya dalam keadaan tidak sihat dan menjaga ibu saya yang sakit tanpa sempat untuk mengulangkaji untuk ujian keesokannya. Maka sepanjang malam saya menjaga ibu dan saya datang menghadiri peperiksaan dengan harapan aku dapat melakukan sesuatu dalam peperiksaan nanti.Saya melihat soalan-soalan namun tidak dapat menjawabnya. Saya hanya berdoa kepada Allah dengan amalan terbaik yang saya lakukan iaitu berbakti kepada ibuku semata-mata kerana Allah.
Tidak lama selepas itu, Allah memakbulkan doa saya dan seolah-olah saya nampak buku di depan. Saya mula menulis dengan pantas. Itulah yang saya dapat dan amat bersyukur kepada Allah kerana menerima permohonan saya.Kisah yang menakjubkan ini menjelaskan bahawa betapa besarnya ganjaran berbuat baik kepada ibu bapa dan merupakan amalan yang paling Allah sukai. Maka Allah membalasnya dengan memberi kebaikan kepadanya kerana berbakti kepada orang tua.Aku menyeru kepada sesiapa yang masih mempunyai ibu dan bapa agar berbaktilah kepada mereka untuk mencari keredaan Allah sebelum mereka pergi meninggalkan kita.
Sunday, 13 May 2012
Aurat Wanita
KENAPA KUBUR WANITA DIGALI SEDALAM 7 KAKI BERBANDING KUBUR LELAKI 5 KAKI ?
Isteri : Abang, boleh sayang tanya?
Suami : Ye sayang. Nak tanya apa?
Isteri : Sayang pelik la abang. Kenapa syarat dalam Islam, bila lelaki meninggal
dunia, kubur nya digali sedalam 5 kaki tapi kubur wanita berlainan digali
sedalam 7 kaki?
Suami : Ooo.. InsyaAlLah senang ja jawapannya tu.. (sambil tersenyum).
"Kalau nak tau Islam ni agama yang sangat prihatin dan bijaksana. Sebenarnya sebab kubur wanita digali lebih dalam dari lelaki kerana jika berlaku banjir, jenazah wanita tersebut tak akan terapung ke atas dan akhirnya akan membuka aurat jenazah. Islam sangat menjaga aurat kaum wanita, sampaikan hingga nyawa dah melayang dari jasad pun. Islam masih melindungi aurat kaum wanita."
Isteri : SubhanaAlLah. Besarnya kuasa AlLah ya abang.
Suami : *Hanya tersenyum*
Wahai kaum wanita. Tutuplah aurat mu dengan sempurna, ketika masih bernyawa. Kerana InsyaAlLah, AlLah juga akan membantu melindungi aurat mu walaupun nyawa sudah tiada suatu hari kelak.
Tanda-tanda Mati

Tanda-tanda mati
100 hari : Seluruh badan rasa bergegar.
60 hari : Pusat rasa bergerak-gerak.
40 hari : Daun dengan nama orang yang akan mati di arash akan jatuh dan malaikat maut pun datang kepada orang dengan nama tersebut lalu akan mendampinginya sehingga saat kematiannya. Kadang-kadang orang yang akan mati itu akan merasa atau nampak kehadiran malaikat maut tersebut dan akan sering kelihatan seperti sedang rungsing.
7 hari : Mengidam makanan.
5 hari : Anak lidah bergerak-gerak.
3 hari : Bahagian tengah di dahi bergerak-gerak.
2 hari : Seluruh dahi rasa bergerak-gerak.
1 hari : Terasa bahagian ubun bergerak-gerak di antara waktu subuh and asar.
Saat akhir : Terasa sejuk dari bahagian pusat hingga ke tulang solbi (di bahagian belakang badan)
Seelok-eloknya bila sudah merasa tanda yang akhir sekali, mengucap dalam keadaan qiam and jangan lagi bercakap-cakap.
Untuk pengetahuan semua, pada hari ke-44 air mani lelaki dan telur wanita bercantum, Allah s.w.t. telah mencampurkan sekali tanah yang akan menjadi kubur kita nanti. Wallahua'lam
Mimpi Rasulullah SAW
9 Mimpi Nabi Muhammad SAW
Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:
"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan........"
1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya,maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.
2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.
3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.
4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab,tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.
5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.
6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.
7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.
8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak pun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka dengannya.
9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.
BERSABDA RASULULLAH SAW: "SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU
YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT"
"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan........"
1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya,maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.
2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.
3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.
4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab,tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.
5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.
6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.
7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.
8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak pun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka dengannya.
9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.
BERSABDA RASULULLAH SAW: "SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKU
YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT"
Subscribe to:
Posts (Atom)


